15%

Di Duga, PT. Mitra Karya Jasa Peras Keringat PRT, Tim Reskrim Cengkareng Quick Respons

13-Dec-2019

Foto Diambil Dalam Pengintaian Arusnews

Arus Jakarta. Tingkat kebutuhan hidup keluarga era zaman now makin tinggi. Masyarakat semakin terhimpit dengan kondisi sulit nya ekonomi saat ini. Hal ini nyaris di rasakan warga di semua lapisan masyarakat.

Sebut saja, Yat (Nama Samaran) warga Rajabasa Ngaras. Dirinya bermaksud ingin membantu suami nya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya bersama se orang putranya (4 tahun). Nus (Suami) hanya sebagai petani lada yang saat tiga tahun terahir harga nya anjlok hingga Rp20rb/kg.

Dalam Keterangan yang berhasil di himpun redaksi Arusnews melalui Yat. Yat menuturkan pada redaksi Arusnews melalui sambungan telp Cellular" Saya tanggal 3 Desember 2019 menuju Jakarta barat, bersama Warsiah (Calo PRT). Saya bertemu warsiah di jalan gisting. Dijanjikan akan di beri kerjaan sebagai PRT (Pembantu Rumah Tangga). 

Yat Korban Janji PRT Mitra Karya Jasa

Warsiah menjanjikan, sudah ada majikan yang siap menampung sebagai pekarja rumah tangga nya. Dan saya pun di janjikan tanpa melalui PT atau Yayasan penualur, dengan Gaji Rp 1.800.000/bulan.

Eeh, setiba nya di lokasi malah sama bu Warsiah di taruh di penampungan PRT tepat nya di PT. Mitra Karya Jasa yang berlokasi di Jalan Nirmala Raya No.1 Cengkareng Barat Jakarta Barat. Beberapa persyatan mau tidak mau harus saya tanda tangani. Namun hal ini seperti saya di jebak.

Ruang Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Saat Menunggu Akan Melaporkan

"Hingga hari ini, rabu (11/12/2019) tidak kujung dapet juga pekerjaan sesuai di janjikan. Saya hubungi suami dan saya ceriskan apa adanya. Saya utarakan saya ga betah karena terlalu lama nunggu tak sesuai janjinya.

Esok nya, senin (9/12/2019) suami menghubungi pihak PT. Mitra Karya Jasa (Pihak Penyalur PRT) dengan bermaksud menyuruh saya pulang. Namun jawabannya dari bu Warsiah (Calo PRT) akan kena sanksi administrasi dengan membayar Rp 4.500.000. Sontak suami saya kaget" Ungkap Yat.

Nus menghubungi pihak redaksi Arusnews, Selasa (10/12/2019) pada siang hari. Rabu (11/12/2019) Pimpinan redaksi Arusnews bergerak ke lokasi untuk mengecek langsung kebenaran info tersebut. setiba di lokasi (PT. Mitra Karya Jasa).

Nampak bangunan 3 lantai berdiri tanpa plang nama dan kaca gelap. Saat pimpinan redaksi Arusnews memintai Keterangan Arum (Karyawan PT. Mitra Karya Jasa). Arum pun membenarkan adanya denda Rp. 4.500.000 dengan alasan Yat, sudah kontrak kerja 1 tahun. Saya harus persetujuan dengan bu sami pak, karena saya pun disini hanya kerja. Jadi saya ga bisa mengeluarkan Yat dari sini.

Tak lama, datanglah agus yang mengaku anak dari Sami, menuturkan hal yang sama. ia pun ga bisa ambil keputusan, karena ini perusahaan ibu nya. Namun saat pimpinan redaksi Arusnews meminta untuk bisa memperlihatkan klausul perjanjian yang di tanda tangani Yat. Arum dan Agus enggan memperlihatkan nya.

Kamis (12/12/2019) Nus tiba di Jakarta dan bersama pimpinan redaksi Arusnews, lakukan pendampingan menuju Polsek Cengkareng. Nus di terima Ajun Komisaris Polisi (AKP) Antonius (Kanit. Reskrim).

Nus menceritakan kronologis nya pada Kanit. Reskrim, secara gamblang. Hingga selama perjalanan dari Lampung ke Jakarta, pihak PT Mitra Karya Jasa terus menghubungi melalui HP nya agar saya (Suami Yat) tak usah dateng ke Jakarta cukup transfer saja sebesar Rp 4.500.000 hingga terus turun jumlah Rp. 500.000. Tapi saya tetap tak lakukan transfer tersebut.

Dengan Quick Respons, Kanit Reskrim menghubungi tim nya untuk segera bergerak ke lokasi PT Mitra Karya Jasa (Tak ber plang nama).

3 anggota Reskrim Polsek Cengkareng bersama Nus dan pimpinan redaksi Arusnews, menemui managemant perusahaan penyalur PRT untuk meminta mengeluarkan Yat. Karena di jemput suaminya. Tanpa banyak bicara bantahan, Yat langsung diijinkan keluar untuk.

Proses Pengambilan Di Dampingi Tim Reskrim Polsek Cengkareng

Nus (Suami Yat), menandatangani surat penjemputan. Saat Nus dan Yat, tiba di Polsek Cengkareng, untuk mengungkapkan terima kasih pada Kanit Reskrim AKP Antonius. Kanit Reskrim menanyakan ke Yat" Kamu di kasih makan apa aja ke di dalam penampungan, Di kasih pembekalan ketrampilan ga, berapa gaji yang di janjikan pihak PT?

Yat, jawab" Ya cuma nasi, sayur aja. Kalau mau makan telur, Ikan ataupun Daging ya beli sendiri. Di PT pun ga pernah ada pelatihan ketrampilan. Gaji di janjikan Rp 1.800.000/bulan, itu pun di potong Rp. 1.500.000/bulan, selama 3 bulan. Jadi saya cuma terima Rp. 300.000/bulan.

Nus, mengungkapkan pada pihak Polsek Cengkareng dan Kanit Reskrim, Ucapan terima kasih yang tak terhingga. Atas cepat tanggapnya Polsek Cengkareng dalam menindak lanjuti laporan masyarakat kampung  seperti saya. Semoga Kanit Reskrim dan tim juga seluruh anggota POLSEK Cengkareng dalam keberkahan dalam rejekinya"pungkas Nus.
Ruly

Topik : Derita Warga

Artikel yang mungkin Anda suka