15%

Diduga, Ada Oknum Guru SMKN 1 Kotaagung Barat Akan Manipulasi Penerima PIP. Aparat Harus Bertindak

14-Sep-2020

Gedung SMKN 1 Kota Agung Barat.

Arus Tanggamus. Edisi kemarin Arusnews mengangkat akan adanya pelaporan Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Agung Barat ke Kajari Kabupaten Tanggamus. Kali ini akan kita angkat terrkait dengan adanya dugaan pemotongan Dana ( PIP ) Progam Indonesia Pintar, di sekolah Menengah Kujuruan Negeri ( SMKN ) 1 Kota Agung Barat. Menurut kesaksian salah satu siswi yang tidak mau di sebutkan anamanya. Dirinya mengeluhkan adanya pemanggilan para penerima ( PIP ) agar menandatangani persetujuan pencairan.Dana PIP mendatang yang tidak di tunjukkan dan di jelaskan isi penanda tanganan tersebut oleh oknum guru, pada hari sabtu, (12/9/2020).                                     

"Kemaren saya di panggil lewat Whasapp, katanya di suruh datang kesekolah ada yang mau di tanda tangani untuk pribadi saya sendiri, setelah saya kesana, rupanya harus antri untuk tanda tangan sampe tiga hari itu baru selesai, jelasnya

Dilanjutkan siswi. Saya engga tahu apa isi yang di tandatangani karena waktu saya minta untuk melihat perjanjian itu, ibu itu enggak mau ngasih tahu , cuma di suruh tanda tangan aja, alasannya untuk pencairan PIP" ucap nya

Persoalan tersebut sebelum adanya dugaan pemotongan. Dana PIP oleh Oknum yang telah beredar di Media Online Adapun menurut keterangan siswi, setiap pencairan dirinya hanya membawaa berkas berupa Foto Copy Kartu Tanda penduduk ( KTP ) milik orang tau" Waktu pencairan itu , saya hanya di suruh bawa berkas saja soalnya saya enggak di kasih kartu PIP dan ATM nya" ungkapnya

Dalam hal ini , siswi keberatan jika pemotongan yang terjadi berulang ulang dan tidak bisa di gunakan untuk keperluan sekolah yang lainnya

"Saya keberatan, soalnya sebelum pencairan saya mau beli androk beli sepatu, karena orang tua saya bukan pegawai hanya buruh tani, dan kadang enggak sesuai pendapatan, saya kasian melihat pekerjaan orang tau saya, saya enggak mau merepotkanmereka. Setelah pencairan itu , rupanya pihak sekolah langsung memotong 800 Ribu dan sisa 200 Ribu untuk saya, alasannya untuk biaya sekolah, ya mau bagaimana lagi pak , saya pengen beli perlengkapan sekolah tadinya , pungkasnya

Di tambahkan pula Idrus warga Tanggamus, mengomentari pristiwa dugaan pemotongan PIP oleh Oknum di sekolah tersebut, agar penegak Hukum dapat menangngani persoalan tersebut dengan serius.

"Assalamualaikum mohon ijin saya sebagai warga tidak mampu, untuk memberi komentar terkaiy pemotongan dana PIP  yang di duga di lakukan olek kepala sekolah SMKN 1 KOTA AGUNG BARAT. Ini sudah keterlaluan, saya selaku masyaratat sangat berharapkepada penegak Hukum agar serius menangani perkara korupsi apapun itu , dan saya pun berharap kepadaseluruh lembaga (LSM ) maupun wartawan media untuk bangkit menyuarakan jeritan masyarakat miskin, bukan sebaliknya malah menjadi beking Koruptor, terangnya.

Syarip/Red

Topik : Derita Warga

Artikel yang mungkin Anda suka