15%

Oknum ASN Di Grebeg Warga Saat "Sahur" Bersama Di Ranjang Istri Orang

12-May-2020

Arus Sumbar. Bulan Ramadhan seharusnya dijadikan sebagai sarana mendulang pahala dengan ibadah mahdhoh maupun ghairu mahdhoh, terlebih suaminya sedang mendapat ujian (Hukuman atas tindak pidana). Karena memang Alloh SWT menyedikan pahala berlipat ganda serta ampunan yang luas.

Namun berbeda hal ini yang dilakukan oleh Oknum ASN YD (45). Yang seharusnya berdzikir, itikaf di Masjid saat bulan sucu Ramadhan, terlebih dia seorang ASN (Aparatur Sipil Negara) bisa kasih teladan, ini malah kena digerebek warga sedang asyik menjalin gairah birahi berduaan dalam kamar bersama wanita (Istri Narapidana) ber inisial MR (40). 

Mereka digrebek warga di rumah sang wanita. Berloasi di Kelurahan Ujung Batung, Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman, Sumatera Barat. Pasangan selingkuh ini dipepergoki warga sedang seranjang bareng menjelang Saur, Kamis (7/5/2020) pukul 02:30 WIB

Alrinaldo selaku Kasi Penyidik PPNS Pol PP kota Pariaman menuturkan kepada jurnalis Arusnews "YD (45) sebagai ASN, dan pasangan perempuannya MR (40) seorang ibu rumah tangga kedua pasangan itu bukan suami istri,” 

Alrinaldo menambahkan, aksi penggerebekan itu bermula saat warga mencurigai mobil YD di rumah wanita tersebut. “YD itu merupakan warga Lubuk Begalung, Kota Padang, sedangkan yang wanitanya warga Kota Pariaman" Ungkapnya

Mereka itu diamankan oleh warga, karena kecurigaan warga yang sering melihat mobil YD itu sering terparkir di rumah perempuan itu,” tambahnya “Warga Kemudian mencoba lakukan pengintaian di rumah itu, sehingga Kamis dini hari kecurigaan warga terjawab YD dan MR ketangkap Basah sedang satu ranjang. Pengakuan pasangan itu, jika mereka sudah sering melakukan hubungan haram tersebut. Meski keduanya itu masih memiliki pasangan yang sah,” ujarnya

Alrinaldo menambahkan, wanita itu masih memilik pasangan sah, Suaminya sedang menjalani hukuman sebagai narapida. ketusnya. “Atas perbuatan itu keduannya dikenakan Pasal 6 ayat 1, Junto Pasal 29 ayat 2 yaitu melakukan perbuatan perzinaan atau perbuatan yang mengarah pada perzinaaan tu merujuk petunjuk Perda no. 10 tahun 2013 dengan pidana kurungan paling Lama 3 bulan atau denda lima juta rupiah. 

"Keduanya akan menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Pariaman pada Jumat 8 Mei 2020,” Pungkasnya.
Hamdi.

Topik : moral bejad

Artikel yang mungkin Anda suka