Yosana Tak Mau Minta Maaf, Warga Priok Akan Datang 2X Lipat.

Arus Jakarta. Ironi, Saat jargon politik Jokowi selaku Presiden, mencanangkan rovolusi mental yang didalamnya termasuk karakter beradab, sopan, santu dan kejujuran. 

Nampaknya hal ini di langgar oleh menteri nya sendiri. Efek dari ucapan Yosana, hari ini menuai demonstrasi warga Tanjung Priok. Semuanya merupakan buntut dari ucapan Yasonna saat mengucapkan kata sambutannya di acara 'Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)' di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis pekan lalu.

Saat itu, Yasonna menyatakan bahwa kejahatan lebih banyak muncul di daerah kumuh.

Yosana Menkum HAM

Yosana pun membandingkan anak yang tumbuh di Tanjung Priok dengan anak yang tumbuh di kawasan elite Menteng. Menurut dia, anak yang tumbuh di Menteng tak mungkin melakukan kejahatan ketimbang anak yang tumbuh di Tanjung Priok.

"Crime is a social product, crime is a social problem. As a social problem, sebagai problem sosial, masyarakat kita semua punya tanggung jawab soal itu. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak di daerah miskin," kata Mentri hukum dan Ham.

Ratusan warga Tanjung Priok hari ini menggeruduk kantor Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di kantornya di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, hari ini Rabu (22/1/2020).

Aparat kepolisian pun telah mengambil langkah antisipatif dengan mengerahkan 200 personel pengamanan.

Ucapan Yasonna itu kemudian mendapat protes dari warga Tanjung Priok. Mereka mendesak Yasonna menyampaikan pernyataan maaf terkait ucapannya.

"Kami akan aksi damai ke Pak Menteri (Yasonna) untuk mencabut bahasa beliau dan meminta maaf kepada warga Priok," kata Warsito salah satu koordinator aksi.

Warsito merasa sakit hati atas pernyataan Yasonna. Ia menganggap ucapan tersebut sebagai bentuk diskriminasi terhadap warga masyarakat kelahiran Priok. Lewat aksi damai tersebut, kata dia, warga Tanjung Priok ingin menunjukkan kalau mereka menaati aturan.

Kalau marah, iya. Namanya mulut pejabat ko kaya mulut orang yang ga pernah makan bangku sekolahan aja, makanya dia harus minta Warsito

alau sampai Yosana ga mau minta maaf, kita akan kerahkan masa 2 kali lipatnya" Geram Warsito
Ruly.