15%

Ni Dia, Kelakuan Pemuda Non Muslim Reynhard, Mencoreng Citra Indonesia Di Dunia Internasional.

10-Jan-2020

Arus Nasional. Nama Reynhard yang diketahui mencuat dengan cepat. Rey (Akrab disapa), yang beragama Kristen itu diyakini telah melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap 195 pria di Inggris.

Nama Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga atau Reynhard Sinaga (36 tahun) mendadak menjadi viral dalam perbincangan publik pasca pengadilan Manchester, Inggris, menyatakan dirinya bersalah atas kasus pemerkosaan terhadap 136 laki-laki.

Ray dialah Warga Negara Indonesia (WNI) ini telah terbukti dalam putusan pengadilan melakukan 159 pelanggaran, termasuk 136 perkosaan yang difilmkannya di dua ponsel.

Reynhard kemuadian di ringkus tahun 2017 dan kini sudah divonis hukuman seumur hidup. Rey menjadi pelaku kasus pemerkosaan dan kekerasan terbesar dalam sejarah Inggris

Sontak saja jagad Internasional terkait kasus Reynhard Sinaga, membuat lingkaran istana geram. Sebut saja Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang sudah memonitor kasus WNI yang tinggal di Inggris, Reynhard Sinaga, atas kasus kejahatan seksual. Pemerintah menghormati proses peradilan terhadap Reynhard.

Pramono Anung mengungkapkan" Tentunya kalau ini benar ini merupakan keprihatinan kita yang mendalam. Dan kita sangat menghormati proses peradilan yang terbuka yang dilakukan di Manchester dan tentunya kita juga menyayangkan kasus ini terjadi pada WNI," ungkap Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).

Pramono menyayangkan Reynhard melakukan kejahatan seksual. Kasus ini dinilainya mencoreng nama dan reputasi bangsa Indonesia.

"Tentunya ini mau tidak mau, suka tidak suka, mencoreng wajah kita. Padahal wajah kita wajah bangsa Indonesia ini penuh dengan etika ketimuran sopan santun, harga-menghargai," tutur Pramono.

Dalam kasus ini, Reynhard dijerat 159 dakwaan kejahatan seksual, termasuk 136 dakwaan pemerkosaan, 8 dakwaan percobaan pemerkosaan, dan 14 dakwaan penyerangan seksual, terhadap 48 pria. Tindak kejahatan ini terjadi selama 2,5 tahun, dari Januari 2015 hingga Juni 2017.

"Kemudian ada kasus ini sungguh sangat sedih. Kita sendiri juga prihatin karena korban yang jumlahnya ratusan itu tentunya secara psikologis juga sangat berat," kata Pramono.

Pramono menjelaskan pemerintah, lewat KBRI di London, akan terus memantau kasus ini.

"Karena itu lah sekali lagi pemerintah melalui KBRI di London kita memantau dan kita juga menginginkan Reynhard Sinaga mendapatkan peyanilan yang fair dan terbuka," pungkas Pramono.

Topik : Moral Bejad

Artikel yang mungkin Anda suka