15%

MUI Cigombong"Film Holy Prostitution Cara Mengdukasi Dampak Negatif Kawin Kontrak

03-Aug-2022

Arus Bogor. Pernikahan adalah suatu perjanjian suci yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang ingin melanjutkan hubungan menjadi hubungan yang halal. 

Di dalam Islam pernikahan bukan sekedar rentang hubungan Pria dan wanita yang di akui secara hukum Agama atau hukum negara dan juga bukan sebagai kebutuhan biologis semata,  tetapi dalam Islam merupakan kewajiban dari kehidupan rumah tangga yang harus mengikuti ajaran Keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Sebagai mana yg di sampaikan oleh Pengurus Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor Ustazd Kakan, pada acara Konferensi Pers dan Road show Film Holy Prostitugion di Warung Gumati Gadog Puncak pada hari rabu (3/8/2022)

Sebagaimana pasal 1 Undang undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yg berbunyi :
"Perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang Pria dan seorang  wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (Rumah tangga) yg bahagia dan kekal berdasarkan ketahanan yang maha esa"

Pernikahan bisa di katakan sebagai salah satu perilaku manusia yg baik dan terpuji,
Oleh karna itu kami sangat mendukung dengan telah di produksinya Film Nikah Mut'ah atau Kawin Kontrak yang di sutradarai oleh Sutradara Muda dari Indonesia Natasya Dematra dan Sutradara Senior dari USA Cheryl Halpern. Kata Ustadz Kakan

Lanjutnya dengan adanya film Holy Prostitution  sebagai sarana untuk memberi pemahaman dan edukasi  kepada  masyarakat terutama para pelaku agar menyadari bahwa Nikah Mut'ah Atau kawin Kontrak pada dasarnya Melanggar  hukum agama dan hukum  Negara, dan Majlis Ulama Indonesia sudah Menyatakan Haram. sehingga dengan Film ini tidak terjadi lagi yg namanya Nikah Mut'ah atau kawin Kontrak" pungkasnya
Mj/Red

Topik : Bogor Religi

Artikel yang mungkin Anda suka