15%

Penduduk Pulau Jawa, Bersiap - Siap, Akan Ada Tsunami

26-Sep-2020

Ilusluasi Tsunami

Arus Nasional. Dalam beberapa pekan lalu, cuaca di wilayah pulau jawa terpantau ekstrim. Indikatornya dibeberapa wilayah Jawa Barat diguyur hujan lebat di barengi oleh angin puting beliung, hingga wilayah Bogor, Sukabumi terjadi banjir bandang yang menelan korban jiwa serta kerugian matrial serta puting beliung di wilayah Bogor hingga ratusan rumah rusak parah. 

Rahmat Triyono sebagai Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
 turut mengungkapkan pada tim wartawan Arusnews, Jumat (25/9/2020)" Pulau Jawa dikabarkan memiliki potensi terkena tsunami setinggi 20 meter di Selatan Pulau Jawa. Bahkan, gelombang lautan raksasa tersebut diperkirakan hanya butuh waktu selama 20 menit untuk sampai pinggir pantai.

"Dari hasil modelling kami, di selatan Jawa kurang-lebih hanya sekitar 20 menit tsunami sudah melanda daratan," tambah Rahmat. Diwilayah selatan Jawa, ada jalur Sunda Megathrust yaitu zona subduksi antara Lempeng India-Australia dengan Lempeng Eurasia. Sunda Megathrust merentang dari pantai barat Sumatera hingga Kepulauan Nusa Tenggara.

Adapun jarak antara Pulau Jawa dan Sumatera ke jalur megatrhust sekitar 200-250 km. Dari jalur itu, bisa terjadi gempa besar yang memicu tsunami. Bila gempa besar dengan magnitudo (M) 9,1 terjadi di zona megathrust, 20 menit kemudian gelombang tsunami akan sampai di pantai. Masyarakat di daratan tidak bakal punya banyak waktu untuk menyelamatkan diri.

Masyarakat yang berada diwilayah kawasan pesisir saya menghimbau untuk tidak menunggu peringatan tsunami dari BMKG. Pokoknya, lari saja ke tempat aman khususnya dataran tinggi.

"Kalau memang tinggal di dekat garis pantai, jika merasakan guncangan yang kuat, ya, tidak usah menunggu warning, karena tidak lama kemudian kemungkinan besar tsunami akan terjadi. Begitu ada guncangan, ya lari. Kalau menunggu warning, itu artinya sudah kehilangan waktu," tutur Rahmat.

"Namun, sebaik-baiknya peringatan dini, lebih baik adalah kesadaran masyarakat untuk segera merespons, melakukan evakuasi mandiri," ungkapnya.

Pihak Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelumnya telah menyampaikan hasil risetnya. Tsunami diperkirakan terjadi disepanjang pantai selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur. Riset ini juga memakai data dari BMKG dan GPS.

Peneliti ITB Sri Widiyantoro turut menambahkan pada crew Arusnews dan menjelaskan" Tsunami dapat mencapai 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur, tinggi maksimum rata-rata 4,5 meter di sepanjang pantai selatan Jawa jika terjadi bersamaan.

Berdasarkan permodelan skenario kebencanaan yang dibikin para ilmuwan ITB, tsunami besar itu terjadi bila segmen-segmen megathrust di sepanjang Jawa pecah secara bersamaan"pungksnya.

S. Udin/Red

 

Topik : Derita Warga

Artikel yang mungkin Anda suka