15%

Anggota Dewan PKS & Babeh Haikal Akan Bongkar Siapa Buat Bangkrut NKRI

22-Aug-2020

Arus Nasional. Dalam data digital juga prespektif masyarakat RADIKAL (Ramah Ter Didik dan Ber Akal) pemerintah Jokowi memang sedari awal edisi pertama hingga memasuki edisi ke dua selalu menunjukan pada kebijakan kontrofersial bahkan lebih suka menabrak Undang-undang, langgar janji kampanye hingga kriminalisasi Ulama. Hal ini pula pada penyalahgunaan anggaran negara. 

Temuan penggunaan anggaran untuk influencer yang menjadi pendengung (buzzer) program pemerintah mencapai Rp 90 miliar di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Akhirnya membuat geram anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto dari Fraksi PKS.

Sebab besaran uang tersebut dinilai tak sebanding dengan dana untuk melakukan riset vaksin Covid-19 sebesar Rp 5 miliar. Soal dana riset vaksin, politisi PKS ini juga menyinggung pidato Jokowi saat sidang MPR 2020 yang menyebut telah mengalokasikan anggaran Rp 25 triliun untuk pembelian vaksin dan alat kesehatan.

“Dibanding total anggaran yang besar itu, alokasi untuk keperluan riset vaksin hanya Rp 5 miliar, sungguh seperti bumi dan langit, terbalik bahkan jungkir balik" ucap Mulyanto lewat keterangannya kepada wartawan Arusnews, Jumat (21/8/2020).

Dirinya menambahkan di hadapan crew ArusNews, pemerintah jangn terbalik penggunanan anggaran negara malah digunakan untuk kepentingan politik penguasa dan lingkarannya. Hal ini perlu nya pemerintah dalam hal ini dibawah kepemimpinan Jokowi untuk mengkaji ulang dalam membelanjakan anggaran untuk mengimpor vaksin.

Sebaiknya, kata dia, anggaran yang besar itu dipakai untuk membiayai riset vaksin Merah Putih secara lebih serius toh itu kan menjadi manfaat untuk rakyat Indonesia sendiri, Mulyanto pun prihatin dengan tantangan yang dihadapi para peneliti.

Di satu sisi, peneliti diminta bekerja cepat menemukan vaksin Covid-19, tapi di sisi lain pemerintah tidak menyediakan anggaran yang cukup, bahkan sangat minin.

Mulyanto dalam menceritakan, dalam salah satu kesempatan rapat dengar pendapat, Kepala LBM Eijkmen mentayakan bahwa anggaran penelitian yang dialokasikan sangat kecil. Ibarat kran air, yang keluar hanya tetesan.

“Ini perlu mendapat perhatian Presiden Jokowi agar kita tidak sekadar menjadi negara pengguna dan pembeli, tetapi mari kita dorong Indonesia menjadi negara pembuat. Kita bisa kalau kita mau,” geram Mulyanto.

Dilain kesempatan, saat crew arusnews mengikuti kajian di Masjid Al- Idtihad Tebet Jakarta Selatan dengan pembicara ustad Haikal Hasan yang akrab disapa Babeh Haikal. Dirinya mengungkapkan" Sesungguh nya yang membuat bangkrutnya negara itu, bukan hanya penggunaan kas negara yang tidak tepat. Namun adanya korupsi yang dilakukan oleh cukong-cukong Taipan, plus mereka pula yang membuat negara pecah belah. Bukan Ulama dan Habaib. Dan yang membuat Indonesia berntakan begini para bandar narkoba yang mayoritas di datangkan dari negara China. Bukan Ulama dan Habaib.

"Sekarang para bazer memutar balikan fakta, dianggepnya semuanya karena Habib Rizieq Shihab, karena Ulama Habaib. Mana para Ulama yang korupsi tunjukan ke saya coba"Geram Ustad Haikal Hasan

Alie/Red

Topik : Moral Bejad

Artikel yang mungkin Anda suka