15%

Dagangan Politik Sudah Laku, Rahmat Effendi Ingkari Janjinya

07-Dec-2019

Arus Bekasi. Warga bekasi Kota saat hadapi Pilkada beberapa tahun lalu masih terngiang keras janji politik pasangan Rahmat Effendi dan Tri Adianto yang terpilih hasil pilkada 27 Juni 2018. 

Dalam kampanye yang berpasangan dengan Tri Adianto. Walikota Bekasi Rahmat Effendi pernah menjanjikan akan tetap mejalankan dan mengadakan program Kartu Sehat berbasis NIK (KS NIK). Dalam pantauan awak media arusnews, KS berbasis NIK merupakan ide dari Achmad Syaikhu dari PKS (Wakil Walikota sebelum Tri Adianto) yang sempat dijadikan dagangan politik Pepen (Sapaan Akrab Rahmat Effendi).

Dagangan politik yang dibalut janji manis tersebut yang akhirnya laku untuk mengalahkan Nur Supriyanto. Nah setelah terpilih akhirnya Pepen akan menghentikan sementara program Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK).

Penghentian tersebut diperkuat dengan Surat Edaran (SE) Walikota bernomor 440/7994/Dinkes. Dalam SE tersebut ditegaskan bahwa KS NIK dihentikan mulai tanggal 1 Januari 2020.

Selanjutnya Pemkot akan membuat rumusan kebijakan pelayanan kesehatan bersifat komplementer yang tidak tumpang tindih dengan JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Hal ini juga terkait dengan Permendagri nomor 33 tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun anggaran 2020. Penghentian tersebut juga tidak dicantumkan batas waktu hingga kapan diaktifkan kembali.
Anton.

Topik : Derita Warga

Artikel yang mungkin Anda suka