Debt Collector Merampas Motor Dijalan Membuat Pemuda Pancasila Geram

Arus Bogor. Maraknya pengambilan kredit motor saat ini dengan syarat yang mudah hanya KTP dan KK untuk pengajuan kredit melalui leasing atau pendanaan yang mengcover pengajuan kredit perorangan untuk jenis kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat yang memang untuk menunjang aktifitas keseharian nya para kreditur.

Namun tak sedikit pula para kreditur yang macet dalam pembayaran kredit nya, yang memang terkendala dengan berbagai alasan dalam pembayaran angsuran di setiap bulan nya

Maka para debt collector yang sering disebut matel alias (Mata Elang) yang memanfaatkan para penunggak angsuran dengan cara merampas motor sepihak dijalanan yang jelas-jelas menyalahi aturan kontrak kredit antara nasabah dan pihak pendana yang sudah di tanda tangani di awal perjanjian transaksi

Dan perihal tindakan perampasan ini pun membuat geram organisasi pemuda pancasila (PP) yang berada di PAC tamansari dan juga PAC ciomas kabupaten bogor jawa barat ini.

Poyo (salah satu korban) perampasan motor oleh pihak yang mengatasnamakan dept collector beberapa waktu yang lalu, tepat nya pada hari kamis (28/11/19) pada pukul 15.00 WIB menceritakan pada crew arus news kronologis yang terjadi pada saat motor yang di tunggangi nya dirampas secara paksa oleh oknum yang mengatas namakan debt collecttor tersebut.

Lebih jelas nya Poya sebagai korban perampasan kendaraan roda dua. Diri nya menjelaskan kronologis saat motor nya di rampas secara paksa" Saat saya mau arah pulang lewat cibereum mulyaharja jalur alternatif yang bisa langsung tembus ke jalan Gang kosasih, disitu saya diberhentikan oleh orang yang mengaku debt collector tersebut.

Mereka memberhentikan saya yang memang saya sebelum nya menyadari ada yang membuntuti saya dengan tujuh orang yang mengunakan empat kendaraan motor.

"Saya pun berinisiatif untuk mengajak  kekelurahan setempat biar gak malu klo di pinggir jalan karena ramai kalau terjadi perdebatan" Tutur Poya"

Dan lebih lanjut Poya menyayangkan ada nya penarikan motor saat sedang dipakai, terlebih itu motor bukan milik saya, saya hanya meminjam sama anak buah saya untuk mengambil pekerjaaan, terlebih yang saya tidak terima HP saya pun ikut dirampas saat saya mau menghubungi pemilik motor tersebut ,saya tidak diberi kesempatan untuk berkomunikasi melalui HP saya untuk mencari solusi atau jalan keluar nya. Syukurnya setelah motor di ambil HP saya pun di kembalikan. Jelas Poya

Di kesempatan yang sama Rudi sebagai ketua PAC  Pemuda Pancasila wilayah Taman Sari Kabupaten Bogor beserta  Yanto sebagai wakil ketua pemuda pancasila PAC Ciomas Kabupaten Bogor Jawa Barat ini sangat mengecam keras atas kejadian tersebut.

Rudi menegaskan bahwa sifatnya mengambil motor atas nama pemilik sangat melanggar ketentuan, apa lagi di ambil paksa di jalanan yang saat sedang digunakan. Itu sama saja merampas dan bisa dikategorikan pencurian.

Makanya saat ini kami akan mensweeping para matel tersebut untuk mencari solusi yang saling tidak merugikan. Dan Saya pun berpesan kami ini berorganisasi yang sifatnya sosial kemasyarakatan, hargailah kami sebagai ormas Pemuda Pancasila untuk tidak berbenturan dengan kami karena tindakan sepihak terhadap adik-adik kami yang dirampas motor nya di jalanan" tutur Rudi

Yanto pun wakil ketua Pemuda Pancasila (PP) PAC Ciomas  sangat mendukung untuk menindak lanjuti rampok gaya baru ini, Yanto pun ingin ada nya penindak lanjutan dari pihak yang berwenang untuk segera menertibkan para debt collector ini yang bekerja secara sepihak dan juga semena-semena atas tindakan yang di lakukan oleh para oknum yang mengatas namakan debt collector dengan merampas kendaraan di jalan secara paksa" tegas Yanto

Sebagai mana yang tertuang dalam  pasal 368, KUHP Ayat 2,3 dan 4 tentang pencurian dengan kekerasan maka debt collector tidak diperbolehkan oleh hukum untuk mengambil paksa motor kredit dengan alasan kredit macet atau alasan apapun. Karena tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai tindak kejahatan berupa transaksi" pungkasnya.
Jamil.