15%

Geramnya Purn Polri - HRS Kenapa Polri Jadi Hancur. Perintah Jenderla Diabaikan

26-Oct-2020

Arus Papua. Polisi Republik Indonesia (POLRI) dibentuk dan di biayai atas anggran negara yang mayoritas bersumber pada pajak yang dihasilkan dari kontribusi rakyat Indonesia. Dalam data digital, Polri mengalami kejayaannya diawali di era Almarhum Jendral.Purn. Pol Hugeng hingga Jendral.Purn. Pol Bambang Hendarso Danuri yang didampingi Waka. POLRI nya saat itu Komjen.Pol.Purn Jusuf Manggabarani. Namun saat ini polri sudah keluar dari Tribrata Kepolisian Republik Indonesia. Apalagi saat Polri dipimpin oleh yang saat ini menjadi Mendagri saat ini "Tito Karnavian". Ya Polri dibuatnya carut marut bahkan hancur lebur. 

Ok canggih memang Polri saat ini punya alat - alat dengan anggaran lebih besar dari tiga angkatan TNI (AD, AU dan AL). Sebagai Purnawirawan Polri yang pensiun tahun 2001 dari Mako BRIMOB malu saya. Apalagi melihat kelakuan anggota Brimob yang saat ini sangat arogan dan brutal seperti kaya anggota yang ga hafal bahkan ga pernah mungkin di kenalkan Tribrata POLRI.

Apalagi melihat dan membaca berita adanya oknum Brimob Papua menjual senjata ilegal kepada OPM (Organisasi Papua Merdeka). Saya minta dari mulai Kapolres, Kapolda hingga Kapolri sebut aja langsung Teroris bersenjata. Ga usah pakai KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata). Adillah dalam penyebutan. Giliran dari kalangan muslim disebutnya teroris, giliran dari diluar islam disebut nya KKB. Dari Jenderal nya aja dah ga adil cara penyebutannya, ya pasti kebawahnya pun lebih ga adil lagi" Geram Purnawirawan Brimob Mako Brimob Kelapa Dua (Namanya Enggan Disebutkan).

Senada dengan Purnawirawan Polri Mako Brimob Kelapa Dua, Habib Riziek Shihab saat mengisi ceramahnya sebelum dirnya sebelum dirinya pergi ke Mekah Saudi Arabia. Dirinya pernah mengatakan" Bahwa pasukan yang berada di area lokasi Istana saat Aksi Bela Islam. Mereka menembaki mobil komando dan masyarakat. Padahal Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolri sudah memerintahkan berhenti menembaki. Suara tersebut berasal dari Masjid Istana merdeka. Tapi pasukan juga tidak berhenti juga. Inilah bukti bahwa ada komando lain selain Kapolri" Ungkap Habib Riziek.

Hal ini pula yang di tuturkan Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, menyebut oknum anggota Brimob Polda Papua yang menjual senjata api kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) sudah enam kali bertransaksi. Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi.

Irjen Pol Waterpauw mengatakan, dari hasil keterangan pelaku lainnya, kegiatan jual-beli ini sudah berlangsung enam kali. Dia merupakan warga yang kerap menjadi perantara transaksi tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan sementara senjata api tersebut dijual kepada KKB yang beroperasi di Kabupaten Intan Jaya," kata Kapolda Waterpauw di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (24/10/2020). Kasus ini sudah dilaporkan ke Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz. Diharapkan kasus ini segera diselidiki dan terungkap secara menyeluruh. Sebab telah mencoreng institusi kepolisian.

Selain itu aksi KKB Papua ini sudah memakan korban jiwa, dari warga sipil dan aparat keamanan, kawannya sendiri," ujar dia. Sebelumnya seorang oknum anggota Brimob Polda Papua ditangkap karena diduga terlibat jual beli senjata api kepada KKB. Aksi pelaku sangat rapi, karena memasok barang dengan dokumen resmi.

Oknum polisi berinisial Bripka JH diamankan bersama dua warga sipil. Salah satunya mantan anggota TNI yang diamankan di salah satu kota di Sulawesi Selatan (Sulsel).Bripka JH diamankan dengan barang bukti dua pucuk senjata jenis senjata serbu yakni M16 dan M4. Keduanya diduga akan dijual ke KKB di wilayah Kabupaten Intan Jaya.

Red

Topik : POLRI

Artikel yang mungkin Anda suka