Yusuf Martak: Habib Rizieq Gagal Pulang, Pencekalan Belum Dicabut

Arus Jakarta. Perhelatan Akbar Reuni dan Maulid 212 digelar hari ini (2/12/2019). Massa terus berdatangan memasuki area Monumen Nasional (Monas) melalui pintu gerbang barat daya, bersebelahan patung kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat.

Dalam pantauan awak media arusnews di lokasi, massa mulai memadati area ini sejak pukul 23:50 WIB, ahad (30/11/2019). Mayoritas berdatangan dari massa laki-laki (ikhwan) dengan mengenakan baju koko, sarung dan menggunakan peci. Sedangkan massa perempuan kebanyakan menggunakan pakaian gamis dan kerudung rapi dengan dominan warna putih.

Habaib & Ulama Mulai Berdatangan.

Massa nampak membawa beberapa atribut seperti syal bendera Palestina, bendera bertuliskan Tauhid dan sorban. Mereka mulai memasuki area Monas dengan tertib.

Di sekitar area gerbang nampak beberapa orang relawan mebagikan makanan dan minuman secara gratis. 

Di dekat gerbang ini pula nampak terparkir mobil posko kemanusiaan Front Pembela Islam (FPI). Seseorang dari mobil tersebut mengarahkan massa untuk masuk ke area Monas dan mengatakan akan segera dilakukan salat tahajud di dekat panggung utama reuni 212

Ulama Palestina Mulai Memasuki Area

Kita akan melaksanakan salat tahajud pukul 03:00 Wib, Senin (2/12/2019) lagi," tutur seseorang melalui mobil tersebut.

Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta juga nampak membantu massa yang ingin berjalan ke arah Monas. Lalu lintas disekitar area ini nampak lancar dan sepi.

Di sisi luar Monas, massa yang menumpangi bus juga secara bergelombang berdatangan. Mereka berasal dari Banten, Aceh, Lebak Dll.

Ustad Yusuf Martak Saat Menyampaikan Keterangan Pers Dihadapan awak Media.

Dalam Keterangan yang berhasil di dapat melalui konfrensi Pers, Ustad Yusuf Martak menyampaikan" Acara Reuni 212 di tahun 2019 ini dihadiri oleh Australia, New Zealand, Palestina dan beberapa negara eropa lainnya. Kita akan mengajak ummat untuk tetap bersama Ulama dan Habaib agar istiqomah ber Amar ma'ruf nahi Munkar. Ummat (Rakyat) harus terus waspada akan masuknya manuver asing dan aseng di negeri ini.

"Baru saja kembali dari Saudi, mohon maaf kami belum bisa membawa pulang Habib Rizieq, karena kuatnya pencekalan dari dalam pemerintah RI. Tapi jangan khawatir bagi ummat Islam yang rindu Habib Rizieq, Nanti kita akan ada Live Streaming" pungkas ustad Yusuf Martak.
[]