15%

300 Lebih Siswa Batal Study Tour, Diduga Pihak Trevel Enggan Kembalikan Dana. Kepsek SMA 13 Cueks.

04-Aug-2020

Arus Depok. Nuansa kisruh diwilayah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait proses PPDB (Pendaftaraan Peserta Didik Baru) cukup membuat pusing para pejabat di lingkaran Disdik Provinsi Jawa Barat dari mulai Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kepala Cabang Daerah Pendidikan (KCD), hingga kepala sekolah. Saat ini di kota Depok khususnya SMA 13 Cimanggis Kota Depok gaduh pula dengan adanya kabar sejumlah 300 lebih siswa uang siswa kelas XII yang semuala untuk Study Tour dengan tujuan ke Bali akhirnya batal berangkat karena mewabahnya pendemik Covid-19.

Kwitansi Pembayaran Anak Yatim Piatu Untuk Ikut Study Tour.

Hasil penelusuran informasi Crew ArusNews yang dapat dihimpun. Berdasarkan informasi Leman, Selasa (21/7/2020) yang merupakan om dari siswa kelas XII (siswa enggan disebut namanya)" Saya melunasi pembayaran acara Study Tour sejumlah Rp. 2.800.000. Dengan kwitansi pihak ke tiga (Dipo Tour) tapi yang tanda tangan adalah bu Tami (Wali Kelas). Saat itu kepala sekolahnya masih pak Mamad Mahfudin (Beliau tinggal di Perum Sukatani Jl. Markisa 6). Seharusnya bulan Maret berangkat. Namun karena Covid-19 maka di batalkan.

Mamad Mahfudin (Eks Kepala Sekolah SMA 13 Depok)

"Nah mas nya tau sendirilah, saat ini kita lagi susah untuk cari duit, apa lagi saya cuma wiraswasta. Buat ngumpulin uang Rp.2.800.000 bukan uang kecil. Apalagi ponakan saya yang saya sekolahin di SMA 13 Cimanggis adalah anak Yatim-piatu. Pihak sekolah hanya menjanjikan saja akan segera mengembalikan Uang tersebut. Juli tanggal 12 janji mau rapat dengan pihak Dipo Tour tarnyata batal. Kalau pun mau ada pemotongan uang yang sudah di bayar karena alasan sudah ada panjèr ke pihak cetering ataupun survey, ya silahkan aja asal logic lah" Ungkap Leman.

Orang Tua Siswa Saat Beri Keterangan Pada Pemred ArusNews

Dilain kesempatan dari orang tua siswa lainnya (namanya enggan disebutkan), bertepatan hari Ahad (26/7/2020) dirinya pun menambahkan" Saya bayar untuk Study Tour sejumlah Rp.2.845.000 itu dua kali. Hingga saya harus utang-utang. Apalagi saya baru aja kena PHK. Sama dengan pak leman. Kwitansi pembayaran pun yang tanda tangan pihak wali kelas. Saya sempat bertanya ke putri saya, loh ko kenap ga pakai kwitansi SMA 13 ya. Ko malah Kwitansinya pihak Dipo Tour dan malah ada kop kwitansi atas nama Wardani Tour. Saya melihat secara kacamata orang awam saja, jelas ada yang ga beres dalam tanda terima kwitansi.

Kwitansi Tour Trevel Yang Tanda Tangani Wali Kelas Atas Perintah....

"Kenapa malah wali kelas yang tanda tangan, kenapa ko ga pakai kwitansi sekolah aja kalau memamng wali kelas tanda tangan. Kenapa pihak ke tiga (Dipo Tour) ga mau utus petugasnya untuk terima uang dari siswa saat pelunasan, ko malah walikelas yàng suruh tanda tangan. Jelas ada Mal Administrasi. Saya minta uang itu kembalikan saja. Apa lagi pihak Sekolah dan Tour Trevel cenderung mengulur-ulur. Dan saya akan uber sampai dimana itikad baik Sekolah & Dipo Tour, nah terlebih pak Mamad sudah di mutasi lagi, ke SMA Negeri 9 Cinere" Geram Ortu Siswa.

Crew ArusNews, mencoba menanyakan oleh pihak sekolah (Bu Tami selaku Wali kelas) Rabu (22/7/2020)" Saya hanya di tugaskan saja untuk terima uang dan tanda tangani. Uang sepenuh sudah di pihak Dipo Tour. Saat tim ArusNews menanyakan lebih lanjut... Tiba-tiba Tami langsung memblokir WhatsApp crew ArusNews (seolah enggan ditanya lebih dalam lagi).

Dalam rekam jejak digital yang ada, SMA 13 Depok kerap menjadi sorotan atas pungli nya sepanjang kepemimpinan Kepala Sekolah Mamad Mahfudin.

Mar/Guswan/Red

Topik : Moral Bejad

Artikel yang mungkin Anda suka