15%

Kepsek SMKN 1 Kota Agung Akui Potong Dana PIP. Wali Siswa Geram" Kembalikan Dananya

26-Sep-2020

Arus Tanggamus. Kisruh terkait SMK 1 Kota Agung Barat masih saja belum selesai. Pasalnya orang tua siswa meminta agar dikembalikan dana PIP yang telah dipotong oleh pihak sekolah di SMK Negeri 1 Kotaagung Kabupaten Tanggamus, Lampung. Jum'at (25/9/20).

Selain itu, sejumlah orang tua siswa kecewa akibat pakaian seragam yang dibeli melalui pihak sekolah tidak sesuai ukuran setelah diterima para siswa baru.

Melalui surat kuasa, orang tua siswa/wali murid memberikan kuasa kepada wartawan media koran perbatasan kepala biro Kabupaten Tanggamus untuk menindaklanjuti persoalan tersebut ke pihak yang berwenang.

Dalam hal itu, pihak media Koran Perbatasan Kepala Biro Kabupaten Tanggamus, Arzal hal ini telah membenarkan bahwa orang tua siswa/wali murid telah memberikan kuasa kepadanya untuk menindaklanjuti agar dana PIP siswa yang telah di potong oleh pihak sekolah dikembalikan pada siswa.

"Ya benar, saya diberi kuasa oleh orang tua siswa atau wali murid untuk melaporkan keluhan mereka ke pihak yang berwenang yaitu orang tua siswa berharap agar dana PIP siswa yang di potong oleh sekolah dikembalikan pada siswa" Kata Arzal.

Saat dimintai tanggapan ke pihak sekolah, Kepala SMK Negeri 1 Kota Agung Barat, Sri Purwati Ningsih menyampaikan bahwa pihaknya akan mengembalikan dana PIP siswa tersebut jika orang tua siswa meminta dikembalikan.

"Akan kami kembalikan, jika orang tua siswa minta untuk dikembalikan, tapi menunggu setelah dana BOS cair, karena kemaren posisi mendesak jadi istilahnya dipinjam dulu lah" Ujarnya Sri. Jum'at (25/9/20).

Terkait seragam siswa, Sri menjelaskan bahwa pernah menghimbau apabila seragam siswa yang tidak sesuai ukuran agar di bawa kesekolah kembali untuk diperbaiki sesuai ukurannya.

Sementara sebelumnya, Sri Purwati Ningsih pernah menyampaikan bahwa hasil pemotongan dana PIP siswa tersebut untuk membantu biaya operasional sekolah, karena menurutnya biaya operasional sekolah ditempatnya tidak terkafer oleh pemerintah daerah, seperti gaji guru honorer.

"Banyak, untuk biaya operasional sekolah, operasional sekolah itu banyak banget, intinya saya gak bisa menjelaskan satu persatu, intinya itu untuk bayar guru honorer, untuk air minum guru, segala macem" Ungkapnya. Kamis (3/9/2020).

Syarif/Red

Topik : Lampung

Artikel yang mungkin Anda suka