15%

Mengenang Mereka

08-Jan-2022

Arus Cerah. 7 Desember 2020 dinihari terjadi sebuah peristiwa kelam yang menewaskan 6 (enam) nyawa anak manusia yang masih belia, mereka muslim yang taat dan punya catatan kehidupan yang baik, dibantai tanpa ampun tanpa tahu apa kesalahannya dan pelakunya adalah para penegak hukum yang melanggar hukum.

Mereka adalah  enam anak muda pejuang yang mengawal HRS (Habib Rizieq Shihab) karena dedikasi mereka kepada Islam, karena bakti mereka kepada Ulama, mereka menjaga ulama, menjaga Agama Allah, mereka para pejuang Islam yang siap berkorban untuk agamanya.

Mereka tidak mengenal lelah siang dan malam mereka baktikan dirinya untuk kebesaran Islam, untuk menjaga Da’wah Islam, untuk menjaga marwah Ulama, resiko apapun mereka tempuh sekalipun nyawa jadi taruhannya? merekalah generasi yang tidak takut mati ditengah tengah manusia yang hubudunya dan takut mati, mereka adalah generasi langka yang harus kita kenang sepanjang masa.

Kelamnya peristiwa pembunuhan enam muslim tanpa sebab ditambah tidak tegaknya hukum untuk para pembunuh menambah kelamnya kasus ini, mereka  para pembunuh dengan persekongkolan menganggap nyawa manusia itu murah bahkkan mungkin tidak ada harganya dimata merek. Padahal dimata Allah itu amatlah besar dan pelakunya telah melakukan dosa besar hingga sanksinya bagi pembunuh adalah dibunuh (Qisos) dan Allah memberikan hukuman bagi  pembunuh adalah neraka jahanam, Allah ta’ala berfirman:

‎وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيماً

“Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah jahanam. Ia kekal di dalamnya, Allah murka kepadanya, mengutukinya, serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. an-Nisa`: 93)

Dalam ayat ini, Allah mengancam keras pelaku pembunuhan dengan sengaja, sampai karena besarnya dosa pembunuhan ini, Allah tidak mensyariatkan adanya kafarat (tebusan). Kemudian, dalam hadis dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ قَتْلِ مُسْلِمٍ

“Lenyapnya dunia lebih ringan bagi Allah dibandingkan pembunuhan terhadap seorang muslim.” (Hr. Nasai 3987, Turmudzi 1395 dan dishahih al-Albani).

Jadi nyawa manusia itu begitu agung sampai lenyapnya dunia ini masih lebih ringan dari hilangnya nyawa seorang muslim, bahkan dengan Ka’bah sekalipun nyawa seorang muslim lebih berharga , sebagaimana Sabda Rosulullah sbb(yg artinya):

Dari Abdullah bin Umar dia berkata: “aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam Thawaf mengelilingi Ka’bah dan beliau bersabda,” alangkah indahnya engkau (ka’bah), alangkah harumnya baumu, alangkah agungnya dirimu, alangkah agungnya kehormatanmu. Demi jiwa Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang ada di dalam genggaman-NYA, bahwa kehormatan, harta dan jiwa seorang mukmin itu lebih agung di sisi Allah daripada keagunganmu (Ka’bah). Kita tidak boleh berprasangka kepadanya (kepada seorang mukmin), kecuali prasangka baik”. (HR. Ibnu Majah dalam kitabul -Sunan)

Saking besarnya dosa membunuh manusia yang tidak bersalah atau pembunuhan kepada seorang muslim tanpa haq (yang dibolehkan syariat) maka dia telah membunuh seluruh manusia, sebagaimana Firman Allah:”subhanahu wa ta’ala:

‎مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ

“Barangsiapa membunuh seseorang bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena perbuatan kerusakan di bumi maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia.Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”.(QS: Al Maidah ayat 32)

Begitu besarnya dosa membunuh sebaiknya para pembunuh segera mengakui perbuatannya dan kepada para penegak hukum lakukan penegakan hukum dengan benar dan adil sebab bermain main dengan kasus ini para hakim dan penegak hukum lainnya yang menangani kasus pembunuhan enam Laskar FPI akan mendapat hukuman berat dikelak kemudian hari, apabila penegak hukum berbuat tidak adil membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar maka tempat mereka di nereka jahanam, sebagaimana Sabda Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam sbb:

‎الْقُضَاةُ ثَلَاثَةٌ، اثْنَانِ فِي النَّارِ، وَوَاحِدٌ فِي الْجَنَّةِ: رَجُلٌ عَلِمَ الْحَقَّ فَقَضَى بِهِ فَهُوَ فِي الْجَنَّةِ، وَرَجُلٌ قَضَى لِلنَّاسِ عَلَى جَهْلٍ فَهُوَ فِي النَّارِ، وَرَجُلٌ جَارَ فِي الْحُكْمِ فَهُوَ فِي النَّارِ 

Hakim - hakim itu ada tiga, dua di neraka dan satu di surga: Seorang hakim yang mengetahui kebenaran, lalu dia memutuskan hukum dengan kebenaran, maka dia di surga; Seseorang (hakim) yang memutuskan hukum dengan kebodohan, maka dia di neraka; Dan seorang (hakim) yang menyimpang di dalam keputusan, maka dia di neraka” (HR: Ibnu Majah , At Tirmidzi, Abu Dawud dll).

Ini adalah peristiwa kelam yang tidak pernah terjadi sebelumnya di Republik ini kecuali peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia tahun 1965 yang banyak memakan korban rakyat khurusnya kaum muslimin yang dibunuh oleh orang orang komunis dengan keji, dan kalau pemerintah membiarkan kasus ini berlarut larut dan penuh ke tidak jelasan sementara barang bukti korban dan pelakunya sangat jelas maka suka tidak suka rakyat akan menyimpulkan bahwa pemerintah ada keberpihakan dan tidak adanya penegakan hukum di negri ini padahal ini menyangkut 6 nyawa manusia dimana satu nyawa saja lebih agung dari dunia dan seisinya bagaimana pula dengan 6 nyawa.

Kepada kaum muslimin tetaplah berdo’a agar Negri kita menjadi negri yang aman dan tegaknya keadilan, negri yang rakyatnya sejahtera serta senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan Pemimpin yang adil bagi bangsa Indonesia... aamiiiin.

Wallahu Ta’ala a’lam

Tangerang Selatan, 7 Januari 2022
Abdullah Al Faqir/AS.
Red

Topik : Aksi Ummat

Artikel yang mungkin Anda suka